2012 Vol 5 No.2

VOL. 5 NO. 2 - JAN 2012

IMPLEMENTASI VPN (VIRTUAL PRIVATE NUMBER) KOMUNIKASI DATA DENGAN MIKROTIK ROUTER DAN WEB PROXY
Relita Buaton, ST., M.Kom.
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama, Jln.Veteran No.4A-9A, Binjai, Indonesia


Abstrak
Sistem informasi berperan penting dalam pekerjaan dalam bidang pekerjaan baik pribadi atau perusahaan untuk mandat administratif halus. Sistem informasi ini juga  memberikan kemudahan dalam realisasi pekerjaan atau setelah pekerjaan yang harus dilakukan. Begitu juga bagi perusahaan yang memiliki cabang atau lembaga di luar daerah atau yang letaknya jauh. Informasi halus atau data yang dikirim ke kerja operasional patokan yang diproses menggunakan komputer yang terhubung satu sama lain. Menghubungkan pusat komputer perusahaan yang ada di perusahaan di perusahaan untuk pusat informasi cepat atau data yang dikirim. Jadi, salah satu solusinya adalah untuk
membangun jaringan dengan sistem jaringan maya pribadi dengan mikrotik yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal antara perusahaan dari tempat yang jauh atau luar kota dengan menggunakan jaringan publik. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk membangun sistem ini dan dapat menjadi solusi untuk menghubungkan jaringan lokal jarak jauh.
Kata kunci: virtual, private, network, mikrotik

Download

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERBANDINGAN SISTEM OPERASI JARINGAN MIKROTIK OS DAN WINDOWS 2003 SERVER
Drs. Hermansyah Sembiring, M. Kom, Nurhayati, S.Kom., M. Kom.
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama,

Jln.Veteran No.4A-9A, Binjai, Indonesia
 

Abstrak 
Dalam membangun jaringan sistem komputer yang menggunakan koneksi internet tentu harus melakukan suatu perbandingan sebuah sistem operasi dimana setiap sistem dapat dilihat dari keunggulan dan kelemahannya. Untuk itu Mikrotik Linux berbasis teks dan windows server 2003 dipakai dalam penulisan ini guna untuk membentuk suatu tatanan sistem yang terorganisir dalam koneksi jaringan komputer. Disamping menggunakan software yang ada perlu juga didukung perangkat hardware. Router yang dibutuhkan dengan menggunakan mikrotik itu sendiri hanya memerlukan ruang sebesar 128 mega byte, tetapi untuk perangkat hardware mikrotik tidak membutuhkan resource atau spesifikasi komputer yang tinggi minimal hanya menggunakan pentium II, adapun perangkat dengan spesifikasi yang tinggi tentu lebih baik untuk mendukung
kinerja sistem operasi ini. pada sisi lain mikrotik mampu membaca perangkat hardware seperti NIC (Network Interface Card) lebih dari satu. Sebagia sistem operasi yang akan memberi kontribusi dalam membagi paket data internet yang masuk kepada client, sistem ini tidak membiarkan saja client untuk beraktifitas tanpa pengawasan. dengan NIC sebagai perangkat penerima setiap node transmisi data yang dikirim oleh sebuh node  maupun pembagi transmisi data terhadap node yang lain, maka secara otomatis sistem operasi mikrotik dapat memonitoring dan mengontrol pembatasan bandwidth terhadap client yang aktif. Sedangkan pada windows 2003 server kita mmebutuhkan sistem yag dapat memanajemen data pada setiap client maupun spesifikasi hardware yang dibutuhkan cukup besar. Tetapi dengan perbandingan kedua sistem ini diharapkan menambah perbendaharaan sistem jaringan yang terorganisasi baik dalam koneksi maupun data.

Kata Kunci : Mikrotik, Server, Client, IP Address, Jaringan, Router

Download

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN LOGIKA INFORMATIKA

Drs. Katen Lumbanbatu, M. Kom, Novriyeni, S.Kom., M. Kom.
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama
Jln.Veteran No.4A-9A, Binjai, Indonesia


Abstrak
Dalam ilmu komputer, banyak ahli yang berkonsentrasi pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI). AI adalah suatu studi khususdimana tujuannya adalah membuat komputer berfikir dan bertindak seperti manusia. Banyak implementasi AI dalam bidang komputer, misalnya Decision Support
System (Sistem Penunjang Keputusan), Robotic, Natural Languange (Bahasa Alami), Neural Network (Jaringan Saraf), dan lain-lain Contoh bidang lain pengembangan kecerdasan buatan adalah sitem pakar yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia, Tujuan pengembangan sistem pakar sebernarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, akan tetapi untuk mensubtitusikan pengetahuan manusia kedalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh banyak orang. Logika merupakan studi penelaran, dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan definisi penalaran, yaitu
cara berfikir dengan mengembangkan sesuatu berdasarkan akal budi dan bukan dengan perasaan atau pengalaman, oleh karenapermasalahan tersebut maka diperlukan suatu system yang dapat mengatasi persoalan diatas. Diamana nantinya hasil perangkat lunak ini akan dapat sangat membantu mahasiswa atau pengajar dalam proses belajar-mengajar.
Kata Kunci : Perancangan, Pembelajaran Logika Informatika, Kecerdasan Buatan

Download

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Budi Serasi Ginting,S.Kom., M.Kom, Novriyeni, S.Kom., M. Kom
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama
Jln.Veteran No.4A-9A, Binjai, Indonesia
 

Abstraksi
Penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan Perancangan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit diabetes dengan metode forward chaining bertujuan untuk melakukan konsultasi tanpa harus bertemu dengan dokter yang memakan biaya dan waktu. Sistem pakar ini menggunakan metode representasi kaidah produksi untuk merepresentasikan pengetahuan tentang penyakit diabetes beserta gejala dan pencegahannya. Untuk mendukung sistem informasi ini penulis melakukan studi kepustakaan dengan cara membaca dan mempelajari dari berbagai buku juga bersumber literatur yang berkaitan dalam sistem dan studi lapangan dengan cara melakukan konsultasi kepada pihak yang berkompeten dalam hal ini pakar penyakit diabetes yang bertugas di klinik kesehatan tempat penulis mengambil data. Software yang dirancang ini menghasilkan suatu sistem yang dapat menyelesaikan hasil uji konsultasi dengan sistem ini menunjukan bahwa sistem mampu menentukan jenis penyakit yang diderita pasien dengan disertai  pencegahannya berdasarkan gejala-gejala yang dipilih pengguna.  Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan sistem yang dirancang ini dapat membantu masyarakat atau orang awam yang ingin mengetahui dirinya terdiagnosa penyakit diabetes atau tidak, walaupun dokter tidak berada di tempat praktek sistem ini sudah mampu menyelesaikan masalah, namun masih kurang sempurna karena sistem ini belum dikembangkan lagi menjadi aplikasi yang lebih luas
lagi seperti penambahan jenis penyakit diabetes, serta belum dikembangkan lagi menjadi aplikasi sistem pakar yang lebih mendekati kepada perawatan serta solusi yang lebih baik.
Kata Kunci : Sistem pakar,  forward chaining, diagnose, penyakit diabetes

Download

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ANALISIS PENGELOMPOKKAN PERFORMANCE DOSEN DENGAN METODE CLUSTERING PADA STMIK KAPUTAMA BINJAI 
Akim Manaor Hara Pardede, ST., M.Kom, Budi Serasi Ginting, S.Kom., M.Kom.
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama
Jln.Veteran No.4A-9A, Binjai, Indonesia

ABSTRAK
Metode K-Means merupakan salah satu metode dalam analisis kelompok dimana data dikelompokkan berdasarkan k kelompok (k=1,2,3,.. k). Untuk menentukan jumlah kelompok yang optimal digunakan penerapan indeks Hartigan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kelompok performance berdasarkanhasil angket pada STMIK Kaputama T.A 2011/2012 Semester genap. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kelompok dengan metode K-means dengan menggunakan matlab (Matrix
Laboratory).  Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis ini yaitu jumlah kelompok yang terbentuk sebanyak 3 kelompok. Cluster 1 adalah kelompok yang salah satu kriteria rendah dan dua kriteria yang lainnya tinggi yang berjumlah 27 data. Cluster 2 adalah kelompok terendah dimana hasil dari ketiga kriteria (materi, disiplin dan
sikap rendah) yang berjumlah 13 data. Group 3 adalah kelompok tertinggi dimana hasil penilaiannya paling tinggi berjumlah 44 data. Apabila dilihat dari hasil nilai yang didapat maka pihak manajemen STMIK Kaputama dapat mnegevaluasi kembali dosen untuk semester berikutnya berdasarkan penilaian yang didapat apakah jam mengajar ditambah atau dikurangi.

Kata Kunci : Performance, clustering, k-means, matrix laboratory

Download

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------